Pascasajana Gelar Coaching Penulisan Artikel Ekonomi & Hukum

Kamis, 14 Oktober Pascasarjana IAIN Ponorogo menyelenggarakan coaching penulisan artikel ekonomi dan hukum yang menghadirkan narasumber Dr. Ika Yunia Fauzia, Lc. M.E.I (Dosen Ekonomi Islam Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya) di aula lt.3 gedung pascasarjana IAIN Ponorogo.

Ia mengawali coaching kali ini dengan menyatakan bahwa semua riset dan penulisan yang baik dimulai dengan membaca. Hal ini menurutnya menjadi salah satu aspek yang tidak bisa dihindari dan mudah dilakukan karena berbagai sumber bacaan telah tersedia secara daring tanpa perlu mengunjungi perpustakaan secara fisik.

“Kita harus membaca dulu supaya kita percaya diri dengan studi kita dan melihat peluang bagaimana bisa memberikan kontribusi yang orisinal,” kata Ika

Ia menambahkan, sebuah artikel yang kuat biasanya hanya membuat satu poin saja, namun poin tersebut dibuat secara kuat, ditunjang dengan bukti, serta diletakkan di tempat yang semestinya.

Dalam kesempatan ini, ia memaparkan berbagai pertimbangan yang perlu dimiliki seorang penulis dalam memilih topik serta jurnal sasaran. Kepada para peserta coaching, ia memberi masukan agar mereka terlebih dahulu mempertimbangkan minat serta kompetensi.

Topik yang dipilih, ujarnya, sebaiknya merupakan sesuatu yang memang diminati karena proses penelitian dan penulisan bisa memakan waktu yang cukup lama.

“Jangan memilih topik yang akan membuat kita bosan,” imbuhnya.

Dalam memilih topik, menurutnya, seorang penulis juga perlu mempertimbangkan bagaimana mereka dapat memberikan kontribusi yang orisinal bagi suatu bidang studi yaitu dengan tidak menulis tentang suatu topik yang sebelumnya juga telah diteliti oleh banyak orang atau memilih topik yang terlalu umum.

“Tulisan kita harus mengisi knowledge gap. Kita harus menulis dengan struktur yang jelas, keseimbangan antarbagian, dan straightforward tanpa basa-basi,” ucapnya.

Di samping itu, penulis perlu mengerti kelebihan serta kelemahannya, misalnya dalam pemahaman dan penggunaan teori dalam bidang riset tertentu, kemampuan menulis, serta pengetahuan terkait penggunaan perangkat pengolahan data.

Sebuah karya menurutnya bisa disebut orisinal di antaranya jika artikel tersebut mengungkapkan suatu argumen yang belum pernah diungkapkan sebelumnya, menyajikan karya empiris yang belum pernah dipublikasikan, atau memberikan suatu interpretasi yang baru terhadap sebuah informasi yang sudah diketahui.

Ia pun memberikan tugas kepada para peserta untuk membuat beberapa judul jurnal yang paling dekat dengan bidang studi atau minat masing-masing serta judul artikel yang relevan untuk topik penelitian atau penulisan