Studi Banding dan Penandatanganan Naskah MoA Pascasarjana IAIN Ponorogo dengan Perguruan Tinggi Lain dalam Negeri

Sebagai komitmen dalam meningkatkan mutu kapasitas kelembagaan, Pascasarjana IAIN Ponorogo melakukan studi banding ke Pascasarjana IAIN Salatiga. Pascasarjana IAIN Kudus, Pascasarjana UIN Jogjakarta, dan Pascasarjana UII Jogjakarta. Kegiatan ini, selain digunakan sebagai kesempatan untuk menggali informasi tata kelola program studi yang ada, juga sebagai momen penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA). Dalam kegiatan kesempatan ini tim pascasarjana diikuti oleh Direktur Pascasarjana Dr. Miftahul Huda, M.Ag., Wakil Direktur Nur Kolis, Ph.D, jajaran Kaprodi Program Magister, GKM Pascasarjana, Subag Akademik, Koordinator Perpustakaan Pascasarjana, dan Pengelola jurnal Pascasarjana IAIN Ponorogo.

Hari pertama, Pascasarjana IAIN Ponorogo berkunjung ke IAIN Salatiga. Kegiatan studi banding di IAIN Salatiga terbagi ke dalam 3 sesi. Sesi pertama sambutan dari masing masing institusi. Sesi kedua sharing informasi manajemen dari kedua belah pihak. Dan sesi ketiga penandatanganan naskah MoA kedua institusi. Kegiatan dimulai dengan pembukaan yang dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo. Dalam sambutannya, Dr. Miftahul Huda, M.Ag. selaku Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo menyampaikan bahwasanya kegiatan studi banding ini merupakan tindakan yg tepat dalam mengembangkan mutu tata kelola lembaga. Khususnya penguatan institusional dalam persiapan pembukaan program jenjang doktoral dan penguatan kapasitas mahasiswa Program Magister Pascasarjana IAIN Ponorogo melalui student exchange, speaker exchange, join publication, dan join conference. Sambutan kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto, M.Ag. M.A. selaku Direktur Pascasarjana IAIN Salatiga. Senada dengan yang disampaikan Dr. Miftahul Huda, M.Ag., Prof. Dr. Phil. Asfa Widiyanto, M.Ag. M.A. juga menyampaikan bahwasanya Pascasarjana merupakan mercusuar keilmuan, sehingga untuk menguatkan kapasitas keilmuan tersebut perlu didukung dengan adanya kolaborasi antar perguruan tinggi. Kolaborasi perguruan tinggi ini diharapkan nantinya bisa membangun collaborative advantage sehingga antar perguruan tinggi bisa maju bersama dan unggul bersama.

Kegiatan studi banding ini diakhiri dengan penandatanganan MoA sebagai tindak lanjut dari kerja sama kolektif sebanyak 34 perguruan tinggi yang diadakan di Solo dalam Forum Direktur Pascasarjana (Fordipas). Dengan adanya modal kerja sama ini diharapkan nantinya kedua belah pihak bisa melaksanakan program student exchange, speaker exchange, join conference, kolaborasi publikasi, dan program kolaboratif lain yang bisa memajukan kedua belah pihak.

Setelah selesai dari IAIN Salatiga, Pengelola Pascasarjana IAIN Ponorogo melanjutkan ke IAIN Kudus. Prosesi di IAIN Kudus tidak jauh beda dengan yang ada di IAIN Salatiga. Kegiatan diawali dengan pembukaan dari Direktur Pascasarjana IAIN Kudus Prof. Dr. H. Abdurahman Kasdi, M.Si. Pada kesempatan ini Direktur Pascasarjana IAIN Kudus menyampaikan bahwa kerja sama dalam bidang penguatan kapasitas kelembagaan dan keilmuan sangat diperlukan untuk pengembangan PTKIN. Setelah selesai sambutan pertama, acara kedua dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo Dr. Miftahul Huda, M.Ag. Pada kesempatan ini Dr. Miftahul Huda, M.Ag. menyampaikan secara eksplisit bahwasanya selain sharing manajemen, pada pertemuan ini Pascasarjana IAIN Ponorogo mengajukan kerja sama yang nantinya bisa ditindaklanjuti dengan kegiatan kolaborasi antar kedua belah pihak.

Hari kedua, Pascasarjana IAIN Ponorogo melanjutkan perjalanan ke UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Studi banding di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dimulai pukul 09.30 yang dibuka oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Prof. Dr. H. Abdul Mustaqim, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kerja sama ini perlu dilakukan karena saat ini perlu adanya student exchange, join research, dan join conference sebagai sarana untuk bisa maju dan berkembang bersama antar perguruan tinggi (collaborative advantage).

Sambutan kedua dalam kegiatan ini disampaikan oleh Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo yang menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki dua maksud, pertama ingin mengetahui tata kelola pascasarjana dan penandatanganan naskah MoA. Pada kesempatan ini pula Dr. Miftahul Huda, M.Ag. menjelaskan bahwa saat ini Pascasarjana telah ada empat program studi dan akan membuka 1 program studi di tahun depan. Serta berencana akan menyiapkan proposal pengajuan pembukaan program doktoral. Maka dari itu, kegiatan ini sangat penting untuk Pascasarjana IAIN Ponorogo dalam menyiapkan hal tersebut.

Setelah dari UIN Sunan Kalijaga, rombongan Pascasarjana IAIN Ponorogo melanjutkan kunjungan ke UII Yogyakarta. Pada kesempatan ini rombongan disambut oleh Dr. Yusdani, M.Ag, selaku Kaprodi Fakultas Hukum Islam Program Doktor UII Yogyakarta. Sebagaimana pada perguruan tinggi sebelumnya, acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan dari Dr. Tamyis Muharam, M.A. yang menyampaikan bahwa jika ingin program studi mencapai status akreditasi unggul maka diantara strategi yang bisa dilakukan adalah dengan mengadakan kerja sama. Selain itu, beliau juga berharap MoA ke depan bisa digunakan untuk mengembangkan lembaga dalam bentuk exchange program, atau bentuk lain seperti riset kolaborasi, dan secara garis besar bisa bermanfaat bagi bersama.

Setelah sambutan dari Dr. Tamyis Muraham, sambutan dilanjutkan oleh Dr. Yusdani, M.Ag. Pada kesempatan ini beliau menambahkan bahwa MoA yang akan dilaksanakan tidak hanya menjadi arsip dokumen akan tetapi dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dalam kesempatan ini pula beliau menyampaikan rasa gembira jika student exchange ini bisa dilaksanakan kembali. Mengingat beberapa tahun lalu antara IAIN Ponorogo dan UII Yogyakarta pernah melakukan program serupa tetapi sempat terhenti karena adanya benturan dengan aturan yang ada. Acara di UII Yogyakarta ini ditutup dengan penandatanganan naskah kerja sama dan penyerahan kenang-kenangan antar kedua belah pihak.