Yudisium Pascasarjana IAIN Ponorogo Semester Genap Tahun Akademik 2021/2022

Selasa, 21 Juni 2022, Bertempat di Aula Pascasarjana IAIN Ponorogo resmi digelar prosesi yudisium kelulusan mahasiswa magister. Agenda ini disiarkan secara langsung pada Channel Youtube Official Pascasarjana IAIN Ponorogo. Pada kesempatan ini, sejumlah 73 orang mahasiswa berhak menyandang gelar magister sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo yang dibacakan oleh Kasubag Akademik, Bapak Sirojudin Ahmad, S.Ag., M.H.  Aganda ini diikuti oleh 21 mahasiswa prodi Ekonomi Syariah, 34 mahasiswa prodi Manajemen Pendidikan Islam, 13 mahasiswa prodi Hukum Keluarga Islam dan 5 mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab. Melalui agenda yudisium ini juga diberikan penghargaan bagi Lulusan Terbaik dari masing-masing Program Studi. Adapun Lulusan Terbaik tersebut yaitu Zayyini Rusyda Mustarsyidah, M.Pd. (Prodi MPI), Neng Eri Sofiana, M.H. (Prodi HKI), Imron Rosidi , M.Pd (Prodi PBA) dan Muhammad Nur Efendi, M.E. (Prodi ES).

Pada sambutannya, Dr. Miftahul Huda, M.Ag. Direktur Pascasarjana mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta yudisium, semoga rangkaian rihlah  mahasiswa mulai dari awal perkuliahan dapat memberikan berkah maslahah bagi mahasiswa maupun masyarakat pada umumnya. Perlu disyukuri bahwa para yudisium telah menyelesaikan tesis, proses penyelesaian dalam meneliti ternyata ada dua tipologi yaitu selesai tepat waktu/ontime, selesai pada waktu yang tepat. Ragam problem pun dialami mahasiswa, baik akademik maupun non akademik. Perjuangan menyelesaikan pendidikan magister perlu ditulis dalam kehidupan para yudisium, karena tidak semua Warga Negara Indonesia bisa dan punya akses untuk menyelesaikan tesis dan mempunyai gelar.

Secara resmi dan tercatat, mahasiswa yudisium dapat menyandang gelar magister di belakang namanya, hal ini dapat dijadikan perolehan yang luar biasa. Pascasarjana sebagaimana pendahulu Direktur sebelumnya, sudah menginisiasi bahwa alumni IAIN Ponorogo hendaknya menjadi figur muslim yang berkarakter kuat, muslim seutuhnya intelektual sesungguhnya. Untuk mencapai hal itu, perlu adanya ikhtiar, yaitu karakter moderasi dan filosofis. Sebagai seorang magister, diharapkan lebih memaknai kearifan dan kebijaksanaan dalam berfikir, mengembangkan keilmuan, memberdayakan masyarakat, dan berkomunikasi dengan masyarakat. Tugas utama seorang pembelajar selama menempuh pendidikan magister, diharapkan terus menerus selalu mengembangkan keilmuan, inovasi, kebaruan pemikiran yang sudah ditempuh dalam program Pascasarjana sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat maupun bangsa dan negara. Hal tersebut selajan dengan slogan Pascasarjana yaitu “Totally Muslem Truly Intellectual” juga core valuesNobility, Novelty dan Solution“.